Jumat, 15 Juli 2011

Kompetisi Antar-klub di Bangkalan

Kompetisi sepak bola antarklub di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur dalam dua tahun terakhir ini vakum, meski di wilayah itu telah memiliki lapangan stadion yang memadai.
Menurut pengamat sepak bola Abdul Rofik di Bangkalan, Kamis, vakumnya kegiatan pertandingan sepak bola antarklub itu akan berpengaruh terhadap minat para olahragawan dengan mengembangkan potensi di dunia sepak bola.
"Sudah dua tahun terakhir ini pertandingan antarklub sepak bola di Kabupaten Bangkalan ini vakum. Jika tetap dibiarkan, maka saya khawatir justru pecinta sepak bola akan beralih ke jenis olahraga lain," kata Abdul.
Seharusnya, sambung dia, kompetisi antarklub harus tetap dilakukan, bahkan kalau bisa ditingkatkan agar potensi atlet bisa tersalurkan.
Menurut Rofik, pihaknya juga tidak menutup mata atas torehan prestasi yang diraih sepak bola Bangkalan, baik di tingkat regional maupun nasional. Namun, seharusnya pengcab PSSI Bangkalan tidak mengabaikan kewajibannya untuk menggelar kompetisi antarklub.
"Sebaiknya disela-sela jeda kompetisi nasional, pengurus pengcab PSSI Bangkalan menggelar kompetisi antarklub anggotanya. Sehingga gairah sepak bola di masyarakat tetap tinggi," ucapnya.
Lebih lanjut Rofik menyatakan, vakumnya kegiatan pengcab PSSI Bangkalan selama dua tahun karena tidak menggelar kompetisi antarklub, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif. Sebab akan banyak atlet sepak bola yang lari ke daerah lain.
"Atau bisa saja memilih jenis olahraga lain, seperti futsal. Apa gunanya punya stadion megah, kalau pengurus PSSI daerah malas menggelar kompetisi antarklub. Ini sangat ironi dan perlu ada terobosan baru biar sepak bola kembali populer di masyarakat," ujarnya.
Rofik menambahkan, tidak digelarnya kompetisi antarklub disebabkan dua faktor. Pertama dana pembinaan terkonsentrasi pada kompetisi nasional yang cukup besar. Sedangkan alokasi dana dari APBD untuk olahraga belum memadai.
"Idealnya dana yang dikucurkan dari APBD sebesar Rp3 sampai 4 miliar. Namun, kenyataannya anggaran yang dialokasikan senilai Rp1,3 miliar," ucap pengurus manajemen Persik Kediri ini.
Faktor kedua, sambung Rofik, Pengcab PSSI Bangkalan belum mempunyai kerangka kerja yang terarah, terutama iktikat baik untuk menggelar kompetisi antarklub anggotanya.
"Sepengetahuan kami, pengurus klub terakhir bertemu pengcab PSSI saat Muscablub, selebihnya berlalu begitu saja. Dan hingga kini, kami masih belum mendengar PSSI Bangkalan akan menggelar kompetisi antarklub," paparnya. [ant]

Stadion Gelora Bangkalan


Setelah sekian lama terbengkalai dan nyaris tidak jelas nasibnya, akhirnya Pemda Bangkalan melanjutkan rencana merenovasi Stadion Bangkalan. Stadion yang selama ini menjadi pusat berbagai kegiatan, seperti Karapan Sapi dan pameran pembangun itu, kini mulai dibenahi.
‘’Nantinya, stadion tersebut tak hanya menjadi tempat melestarikan budaya tradisional seperti Karapan Sapi, tapi juga bisa menjadi tempat olah raga sekaligus pusat perbelanjaan bagi masyarakat Bangkalan,’’ kata Kahumas Pemda Bangkalan Ir Sjakur S. ketika ditemui Radar Madura di ruang kerjanya, Jumat lalu.
Selama ini potensi dan fungsi stadion memang belum dioptimalkan. Stadion tersebut hanya terlihat ‘’hidup’’ setahun sekali, yakni saat pelaksanaan Karapan Sapi dan ketika digelar pameran pembangunan. Bahkan, kegiatan yang terakhirnya ini lebih sering ditempatkan di Alun-alun Kota Bangkalan.
Saat ini beberapa bagian dari stadion yang terletak di selatan kota Bangkalan itu, tengah dipercantik. Tanah di sekililing, depan, maupun di dalam stadion dikeraskan. Untuk proyek perbaikan tahap awal ini dialokasikan dana sebesar Rp 275 juta dari APBD.
‘’Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 1999 depan. Sehingga, bisa dipergunakan sebagai arena Karapan Sapi se Madura yang akan berlangsung di Bangkalan pada bulan tersebut,’’ jelas Sjakur.
Perbaikan tahap awal tersebut akan meliputi pembuatan lapangan parkir di depan stadion, pembuatan track jogging di sekeliling stadion, dan pembagian lapangan menjadi dua bagian. ‘’Sebelah timur akan ditimbun dengan tanah kapur untuk arena Kerapan Sapi, sedang bagian barat tetap berfungsi sebagai lapangan sepakbola,’’ ungkap Sjakur.
Tahap berikutnya, di bagian depan stadion akan dibangun pusat perbelanjaan. Rencana kedua ini akan dilaksanakan pada tahun 2.000 nanti. ‘’Pembangunan pusat pertokoan (rencana bertingkat, Red) belum bisa dilaksanakan tahun ini. Sebab, masih harus menuggu hasil pembicaraan lanjutan antara investor dan calon user,’’ ucap Sjakur.
Melihat perbaikan dan pembenahan stadion tersebut, tampaknya pemekaran kota Bangkalan memang akan diarahkan ke sebelah selatan. Misalnya, selain menjadi daerah perkantoran dan terminal antarkota, saat ini di sana juga bermunculan pemukiman-pemukiman baru. Bahkan, Pasar Baru yang terletak di pusat kota, rencananya juga akan digeser ke sekitar terminal antarkota. (sang)